Hello jumpa lagi dengan
saya penulis catatan absurd untuk memenuhi tugas dari dosen hahha. Postingan kemarin
saya sudah singgung tentang masalah teknologi yang ada di Indonesia. Tapi kali
ini saya akan membuka kartu untuk kelebihan dan kekurangan teknologi baru pada
anak-anak. Ya mungkin anak-anak suka penasaran dengan teknologi yang sudah ada
berbeda dengan orang yang sudah lanjut usia kebanyakan mereka cuek tentang
teknologi baru. Anak-anak berbeda dengan orang tua atau remaja karena anak-anak
masih terlihat polos tentang kehidupan yang luas ini hahaha, adapun itu
anak-anak juga harus bisa memanfaatkan teknologi yang sudah ada agar memudahkan
dalam hal belajar atau menemukan hal yang baru. Teknologi sepertinya tidak ada
berhentinya untuk mendapatkan sasaran kemajuan teknologi tersebut, contohnya
anak-anak sekarang lebih canggih memainkan gadgetnya dibandingkan orang tua
yang sudah gaptek. Di sisi lain ada anak-anak yang menggunakan teknologi dengan
hal yang negatif seperti melihat video porno, kecanduan bermain game online dan
masih banyak lagi negatif teknologi buat anak-anak.
Ada beberapa respon
dari para ahli terkait New media di bidang pendidikan :
- Menurut Seymor Papert (1993) berpendapat bahwa komputer dan mendia membawa bentuk-bentuk baru dalam belajar. Hadirnya komputer membuat kebiasaaan anak-anak menjadi malas dalam belajar dan membuat mereka frustasi belajar dengan metode kuno.
- Menurut Spigel (1992) dia berpendpat bahwa media digunakan sebagai alat pengembangan pendidikan anak, namun disisi lain mencegah mereka agar melakukan kegiatan yang lebih sehat.
Pandangan
dari para ahli tersebut sudah menunjukan ada segi positif dan negatif dalam hal
pendidikan. Karena zaman sekarang anak-anak menyukai hal yang baru seperti
belajar di media internet, belajar dari media internet membuat mereka tidak
mudah bosan berbeda dengan belajar metode kuno. Karena belajar dari media
internet diberikan fasilitas yang memadai jadi seakan-akan anak-anak belajar
sambil bermain. Tapi dilihar dari segi negatif anak-anak tidak bisa mencari
lingkungan di luar karena mereka terlalu menekuni media internet di dalam
gadget mereka. Anak-anak zaman sekarang kurang adanya sosialiasi dengan teman
sebaya tapi lebih mementingkan dengan gadget mereka.
Bukan
Cuma dari segi pendidikan, teknologi sudah merambat dalam segala bidang
contohnya permainan, banyak terdapat permainan online yang sudah ada di
internet seperti Point Blank, Dota, Ninja Saga, Mobile Legends. Permainan online
itulah yang membuat anak-anak susah bermain di luar rumah melainkan mereka suka
bermain di Warnet (warung internet) yang tarifnya Rp. 5000/jam. Kehidupan anak-anak
sekarang sudah tercampuri media baru sehingga mereka lupa akan permainan
tradisional seperti bermain gundu, iglong, gerobak sodor, gelatik. Permainan tradisional
itu sangat terkenal pada masanya, dari permainan itulah banyak masyarakat yang
terlibat seperti perumahan yang jadinya ramai, tidak egois. Karena mereka semua
bersosial tidak sibuk dengan gadget mereka sendiri. Ini juga bisa dijadikan
pelajaran, kenapa sih masyarakat sekarang terkenal egois berbeda pada zaman
dahulu? Ya seharusnya kita sendiri bisa introspeksi dari apa yang telah kita
lakukan, sekarang kita lebih sibuk dengan gadget sendiri dibanding tetangga
sebelah, yang dekat semakin jauh yang jauh semakin jauh. Mungkin itu kata yang
sangat pas buat kehidupan zaman sekarang, seharusnya kita bisa mengurangi
menggunakan media dan internet. Anak-anak juga belum bisa memilih mana yang
baik dan mana yang benar karena di internet semua ditampilkan dari yang salah
hingga benar.
Tapi
ada juga dari permainan online membuat anak-anak berfikir lebih imajinasi dan
membuka perspektif mereka. Karena tidak hanya membuat kita jadi malas tapi bisa
membuat kita menjadi rajin karena permainan online. Kenapa bisa demikian karena
para ahli mengkaji tentang permainan online bagi anak-anak diantaranya :
- Aarseth (2001) dan lain-lain berpendapat, hanya mengimpor konsep dan metodologi dari studi media lama ke analisis media baru seperti game pada komputer bisa positif menyesatkan. Misalnya, gagasan tentang "identifikasi" diambil dari kajian film mungkin dalam tepat ketika datang ke karakter yang hanya perangkat untuk memasukkan pemain ke dalam permainan.
- Stallybrass (1992) menggunakan karya Adorno dan Benyamin untuk mengembangkan teori bermain sebagai bentuk regresi kekanak-kanakan yang dipromosikan oleh budaya konsumen kapitalis, sehingga beberapa permainan sudah diadopsi sifat-sifat yang berbau kapitalisme, seperti pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi, pemilikan alat-alat produksi di tangan individu, individu bebas memilih pekerjaan atau usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
Nah kajian
dari para ahli diatas menunjukan permainan tidak hanya membuat kita malas, tapi
dari permainan tersebut pola pikir anak-anak berubah seiringnya berjalan waktu.
Ada yang sudah dewasa pada umurnya dan ada yang dewasa sebelum umurnya, dilihat
dari mereka memecahkan masalah di permainan online mereka. Karena anak-anak
juga diuji untuk memecahkan beberapa masalah dari tiap permainan online
sehingga membuat pola pikir mereka berubah, dari permainan online juga mereka
bisa mendapatkan teman dari luar sekolahnya, itu bisa menambah relasi mereka
buat kehidupan kedepannya. Permainan online memang banyak yang sudah digunanakn
anak-anak mulai dari genre action hingga strategy. Terkadang permainan strategy
butuh pemikiran yang jauh lebih cerdar dari anak-anak pada umumnya, permainan
ini seperti mencari topic permasalah dari tiap chapter dan menemukan kata/benda
kunci untuk membuka ke chapter berikutnya.
Ya mungkin
kembali pada anak-anak tersebut untuk mengatur waktu mereka dengan dunia
internet dan dunia nyata, karena sangat berbeda jika disamakan begitu saja. Dan
juga pengawasan orang tua adalah yang paling penting untuk memantau
perkembangan anaknya, karena orang tua selalu ada disamping mereka setiap saat
dan setiap waktu. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada orang tua
umumnya, karena dari internet sifat dan sikat bisa berubah.
Mungkin sekian
catatan singkat dari saya, saya mengerjakan tugas ini bukan di laptop sendiri
melainkan di warnet -_- karena saya lagi pulang kampung dan ingat tanggung
jawab mengerjakan tugas Teknologi Komunikasi, jadi tidak masalah saya kembali
ke warnet tempat favorit saya pada sewaktu SMP hahaha. Oke tetap jadi pembaca
setia di blog saya yaa, tetap sehat dan sukses selalu, gomenasai.

0 komentar:
Posting Komentar