Jumat, 24 Maret 2017

Manfaatkan Teknologi, Indonesia!

Heloo jumpa lagi dengan saya suka mencatat hal yang absurd, di catatan tugas yang peratama saya sudah mencatat Apa perbedaan virtual dengan dunia nyata? Catatan yang kedua ini saya akan menjelaskan tentang Pesimisme vs Optimisme. Yap di dunia ini siapa sih yang tidak mempunyai lawan? Malam aja punya pagi, jelek-ganteng, tinggi-pendek dan masih banyak yang lainnya. Begitu pun dengan optimism dan peisimisme itu saling berlawanan seperti magnet bertolak belakang. Mulai saja ya materinya daripada saya kebanyakan ngetik ngelantur, nanti tidak nyambung.
Internet, iya internet sekarang sudah menyebar sampai ke penjuru dunia. Mulai dari kalangan bawah sampai atas, mulai dari kalangan burjo sampai rumah makan. Semuanya menggunakan internet agar mereka tidak ketinggalan zaman.

Ada dua perspektif mengenai internet ada Optimisme dan Pesimisme.
Pandangan keduanya memiliki perbedaan yang sangat jauh, karena pespektif ini ada dampak positif dan negative dari setiap perspektif. Negara kita sendiri harusnya mempunyai pandangan yang luas agar, masyarakat tidak tertinggal dengan teknologi dan menghasilkan masyarakat yang maju dan tidak tertinggal dengan Negara lain. Kekurangan Indonesia memang dari segi teknologi, dibandingkan dengan Negara lain teknologi emang kita kurang tetapi dari sumber daya manusia negara kita unggul, nah dari keunggulan ini kita tidak bisa memanfaatkan teknologi yang ada. Bayangkan jika negara kita memanfaatkan teknologi, sumber daya manusia kita banyak, dan mengelola sumber daya dengan baik & benar, negara kita sekarang sudah seperti Amerika serikat bahkan diatas mereka. Melalui internet memang banyak keunggulan, keunggulannya seperti kita bisa mendapatkan informasi dengan cepat, mempunyai relasi dengan media sosial yang ada. Tapi di sisi lain internet juga mempunyai kekurangan yang berdampak fatal bagi pertumbuhan negara kita seperti banyak anak-anak atau remaja mengakses videoe porno sehingga menyebabkan pola berfikir mereka jadi kotor, bisa disebut juga viktor (fikiran kotor) hahahahaha. Banyak fakta ataupun data yang menunjukan Indonesia masih diantara perspektif optimis dan pesimis. Seperti dilansir viva.co.id tentang masyarakat pengguna internet.

Data Internet Indonesia, Pengguna Anak-anak Mengejutkan
Anak usia 10-15 tahun sudah banyak yang mengakses internet.
Senin, 24 Oktober 2016 | 18:05 WIB

VIVA.co.id – Ada yang menarik dari hasil survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) terkait pengguna internet pada 2016. Anak-anak Indonesia mulai bersentuhan dengan internet.
Berdasarkan statistik pengguna internet Indonesia, APJII mengklasifikasikan sembilan kategori usia dari anak-anak hingga orang tua. Hasilnya, generasi produktif dengan umur 25-29 tahun menjadi yang teratas dengan jumlah 24 juta.
Angka 24 juta tersebut disaingi oleh pengguna internet pada kisaran 35-39 tahun. Kemudian disusul di belakangnya 30-34 tahun yang mencapai 23,3 juta.
Lalu, di bawahnya secara berurutan diikuti oleh 20-24 tahun (22,3 juta), 40-44 tahun (16,9 juta), 15-19 tahun (12,5 juta), 45-49 tahun (7,2 juta), 50 tahun ke atas (1,5 juta), dan 10-14 tahun dengan 768 ribu.
Statistik pengguna internet Indonesia dilihat dari usia itu merupakan dari jumlah total pengguna internet Indonesia 132,7 juta. Angka pengguna internet tersebut mengalami pertumbuhan 51,8 persen dari survei APJII 2014 dengan mencatat 88 juta pengguna.
"Ini cukup mengejutkan, anak dengan umur sekitar 10-15 tahun sudah mengakses internet. Ini jadi pekerjaan rumah bagi kita untuk mendorong internet sehat dan lebih bagus lagi. Karena, selama ini filter konten masih kurang memuaskan," ucap Ketua APJII, Jamalul Izza di Jakarta, Senin 24 Oktober 2016.
Dari hasil survei APJII tentang pengguna internet 2016, pemblokiran situs tertentu masih jauh dari memuaskan, sebab 69,2 persen responden atau 91,8 juta menyatakan belum cukup puas, sedangkan yang menyatakan sudah memuaskan hanya 30,2 persen atau 40 juta pengguna.
"Mereka (anak-anak usia 10-14 tahun) belum bermain di media sosial, mereka malah sering menonton video, salah satunya di YouTube," ucap Jamal.
Konten media sosial yang sering dikunjungi yaitu Facebook 54 persen (71,6 juta), Instagram 15 persen (19,9 juta), dan YouTube 11 persen (14,5 juta).
Media sosial merupakan jenis konten internet yang paling diakses dari jenis konten internet lainnya dengan mencapai 97,4 persen atau 129,2 juta. Lalu di belakangnya hiburan 96,8 persen (128,4 juta), berita 96,4 persen (127,9 juta), pendidikan 93,8 persen (124,4 juta), komersial 93,1 persen (123,5 juta), dan layanan publik 91,6 persen (121,5 persen).

Data diatas menunjukan bahwa yang menggunakan internet bukan hanya kalangan remaja tetapi anak-anak juga mengakses internet dengan kegunaan yang menyimpang. Seharusnya pihak orang tua juga mengawasi apa yang anaknya lakukan, seperti tidak boleh membelikan handphone pada SD. Disini peran orang tua sungguh vital untuk melindungi anaknya dari bahaya Internet, jika orang tua mampu mengawasi anaknya dengan baik maka tidak ada perilaku menyimpang dari anaknya. Karena masyarakat Indonesia masih membutuhkan penyaringan untuk sistem internet bagi anak-anak maupun dibawah umur, pasalnya Indonesia situs bokep ramai dikunjungi oleh remaja yang umur masih belum cukup untuk mengakses website tersebut. Semoga mengakses internet di Indonesia tidak hanya untuk hal yang negative tetapi juga untuk hal yang positive. Seperti catatan saya datas karena tiap perspective mempunyai kekurangan dan kelebihannua masing-masing.

Mungkin sekian catatan absurd, semoga kalian suka dengan postingan saya yang tidak berisi ini, semoga Indonesia menjadi negara yang kaya dan bisa memanfaatkan teknologi untuk bersaing dengan negara lain. Tetap sehat, tetap semangat, jaga kesehatan biar bisa posting di blog. Okeyy see you.

REFERENSI

6 komentar:

  1. Terimakasih kak sangat berguna bagi nusa dan bangsa

    BalasHapus
  2. Terima kasih mas atas informasinyaa.. info ini teranat sangat berguna bagi masyarakat indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba tetap jadi pengikut blog aku ya mba makasihh

      Hapus
  3. Terima kasih sangat bermanfaat sekali. Sukses terus buat kakaknya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih bgt mba tanpa pembaca penulis bukan apa apa

      Hapus

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html