Hallo saya disini akan menuliskan tentang
sebuah catatan penting dalam hidup saya, catatatan yang berharaga, catatan yang
bernilai ribuan kata, dan ribuan makna. Sebelum saya menulis catatan ini saya
berterima kasih dengan dosen yang memberi pengetahuan yang begitu penting
sehingga saya bisa mencatatat ilmu saya dan di arsipkan di blog agar para
pembaca juga merasakan ilmu yang sama. Catatan saya mulai saja dengan
menjelaskan apa itu Virtual Community dan juga Org Comunity ini pada semua
kalangan kalian sudah merasakan keduanya, sebelumnya pengertian virtual sendiri
yaitu Virtual adalah dunia yang biasanya
kita sebut sebagai dunia maya atau cyber space yaitu sebuah dunia
komunikasi berbasis computer yang menawarkan realitas baru. Jadi, Komunitas
Virtual adalah sebuah komunitas yg terbentuk dan tergabung dari berbagai
element yang biasanya memiliki hobby yang sama dan menyalurkan semua yang
berkaitan dengan hobbinya tersebut melalui sebuah dunia maya yaitu
Virtual.
Sedangkan
comunity sendiri bisa dikatakan sebuah adalah
sekumpulan individu yang biasanya memiliki minat yang sama. Sebuah komunitas
biasanya terbentuk karena memiliki kebutuhan yang sama (ataupun tidak) pada
sebuah minat tertentu. Sebuah komunitas atau club biasanya diawali dengan
berkumpul bersama. Awalnya dengan beberapa orang (minimal 2 orang) yang saling
kenal, memiliki minat yang sama dan kemudian berkembang dan anggotanya pun
bertambah. Itulah pengertian-pengertian dari virtual dan comunity, ya
menurut saya media sudah berkembang dari jamannya sering mengirim surat
menggunakan kantor pos tapi sekarang tidak mesti menunggu lama untuk
berkomunikasi secara berjauhan. Sekarang semuanya menggunakan gadget dan
dilengkapi aplikasi-aplikasi yang bisa mengirim pesan tanpa menunggu beberapa
hari, aplikasinya diantaranya : BBM messsenger, line, Whatssap dan masih banyak
aplikasi-aplikasi yang lainnya. Nah disini saya akan menjelaskan sebuah
komunitas virtual yang pernah saya ikuti dan bergabung dengan mereka.
Sebuah komunitas yang berkumpulnya fans dari tiap klub sepak
bola di dalam komunitas itu tiap minggu biasanya dibuka debat terbuka untuk
menguji sejauh mana kita menyukai club tersebut. Di dalam grup tersebut mulai
dari Sabang sampai Merauke berkumpul untuk membahas club yang dibelanya, kadang
disitu terdapat provokasi yang membut debat semakin memanas tapi tidak sampai
membawa SARA, disini debat sehat seperti komentator sepak bola yang
mengomentari club yang sedang bertanding. Hahaha suka aja sih ngeliat orang
berargumentasi sampai emosi pada saat debat, disitu saya menemukan kesenanagan
yang tidak bisa ditemui di dunia nyata. Komunitas ini terbentuk pada tahun 2008,
komunitas ini dibikin di media sosial yang bernama Facebook, karena dulu
facebook masih banyak digemari dikalangan remaja. Tetapi saya baru masuk komunitas
itu pada tahun 2012 pada saat SMP kelas 9. Saya masuk komunitas itu diundang
teman karena menurut dia, saya sendiri tergolong fanatik membela club yang
disukainya. Saya sendiri menyukai Manchester United dari kecil dan juga tahu
tentang sejarah club tersebut sehingga pada saat debat saya tidak kekurangan
topik obrolan buat melawan lawan. Kelebihan virtual comunity pada saat itu saya
merasa memsuki komunitas ini mendapatkan banyak teman yang satu hobby ataupun
teman yang satu fansclub. Terkadang komunitas itu juga sering mengadakan kopdar
yaitu kopi darat yang didadakan di daerah masing-masing, dari situ juga saya
bisa menemukan teman yang awalnya dari virtual tapi di dunia nyata juga saya
mendapatkan teman juga. Mendapatkan banyak teman dari virtual itu memang hal
yang biasa karena sesama hobby dan masuk dikomunitas yang sama hal itu membuat
kita tidak fikir panjang untuk menjadi teman atau rekan mereka. Mulai dari
hobby kesukaan yang membuat semua menjadi gampang untuk mendapatkan teman. Tapi
di dalam komunitas itu juga ada hal yang tidak boleh asal dilakukan seperti :
1. Tidak boleh menyangkut SARA
2. Tidak boleh adanya provokasi
3. Tidak boleh out of topics
Mungkin
3 peraturan tersebut memang ada di semua komunitas virtual soalnya dari ketiga
peraturan itu menyangkut ke semuanya bukan Cuma komunitas Sepak Bola, jika ada
salah satu member yang ketahuan melanggar peraturan maka akan di keluarkan dari
grup itu dan tidak boleh masuk di komunitas tersebut. Tapi biasanya ada yang
sudah melanggar dan dikeluarkan tapi yang dikeluarkannya bikin akun baru dan
masuk ke komunitas tersebut. Menurut saya orang seperti itu Cuma bikin
keributan atau tidak cari sensasi untuk mendapatkan pamor di komunitas
tersebut.
Saya sangat menyukai berada di komunitas tersebut, dan
mungkin berada di komunitas tersebut saya menjadi pribadi yang berbeda. Mungkin
pada saat di komunitas itu saya menjadi pribadi yang lebih kritis terhadap komentator
dari fans yang lain. Sudah hal yang wajar jika seseorang menggunakan identitas
palsu, karena mereka menyembunyikan hal yang nyata untuk tidak ditampilkan di
dunia virtual. Bicara mengenai identitas palsu itu sudah banyak di media jaman sekarang,
contohnya ada orang yang menggunakan profil picture yang lebih bagus/cantik di
media padahal itu filter agar orang lain tertarik. Ada kalanya identitas palsu
menguntungkan dan merugikan saat netizen berkomentar kontra di portal berita
mereka menggunakan akun palsu agar lebih gampang saat berkomentar dan tidak ada
batasan saat berkomentar. Menurut saya identitas palsu itu digunakan dengan
bijak agar tidak memancing amarah netizen lain, dan juga gunakan komentar
dengan bijak jangan menjadi sok jagoan atau mencari nama di dunia virtual. Mencari
nama di dunia virtual itu tidak akan mendapatkan apa-apa berbeda dengan di
dunia nyata, mungkin jika di dunia nyata kita berprovokasi, membuat keributan
kita bisa ditangkap pihak yang berwajib hahaha.
Oke, sekian catatan pertama
pengalaman saya tentang virtual comunity. Gunakanlah media dengan bijak jangan
pernah samakan Virtual dengan dunia nyata agar hidup kita aman, tentram, damai
dan jauh dari kebencian. Tetap sehat, jaga kesehatan, supaya bisa menulis
catatan yang berikutnyaa. Bye, see you later.

Mantap kak artikelnya
BalasHapus